Jumat, 08 Februari 2013

Gerimis



Imamah F. Azizah

Saya tiba-tiba jatuh hati pada gerimis
Saya juga tiba-tiba takut bila gerimis berubah jadi hujan
Kalau langit mulai mendung
Saya diam berpikir
Sebentar lagi akan gerimis

Saya tiba-tiba jatuh hati pada gerimis
Bulir-bulirnya meresap ke setiap pori
Menetesi ubun-ubun
Meluruhkan keraguan yang bergantung segala tanya

Gerimis..

Sabtu, 29 Desember 2012

Aliran Baru (Catatan Harian Mantan Aktivis Facebook)



Waktu siang-siang bolong aku buka facebook pakai hape jadulku, nama abangku menyembul di timeline. Ada note yang ia tag dengan judul “lomba menulis bertemakan ideologi si muka buku (Facebookisme)”. Wohoo.. aku emang lagi kangen nulis. Dan kebetulan banget ada ajakan buat ikut event ini.
Facebook adalah aliran baru. Face-book-isme. Ngomong-ngomong soal Facebookisme, aku lihat ada tiga kata sehingga membentuk klausa tersebut. Aku nggak tahu kamusku valid apa nggak. Tapi ternyata kata ‘face’ artinya nggak cuma muka.


Face (feis) 1 muka; 2 pihak depan; 3 kelakuan kurang ajar; in ~ of, berhadapan dengan; in the ~ of, 1 sekalipun; 2 dengan pengharapan; on the ~ of it; 1 segera; 2 selayang pandang; vb mellihat mukanya; 2 berhadapan; 3 menemui.


Setelah face ada kata book. Di SD dulu bu guru atau pak guru sering mendikte kata itu. Jadi, jelas-lah kalau artinya buku. Lagian di kamusku artinya juga cuma itu. Hehee.

Selasa, 18 Desember 2012

K.E.J.U.J.U.R.A.N



Aku senang masih ada sisa kejujuran di negeri ini. Pas aku nulis ini, ada kertas kopian membuatku penasaran. Tertera di halaman muka, Sukses Ujian dengan Ikhlas dan Jujur. Menceritakan sebuah sekolah yang menyelesaikan ujian dengan metode ikhlas dan jujur. Aku berharap itu bukan sekedar tulisan.
Aku pikir negeri ini tidak sedang membutuhkan orang-orang (menge)pintar(i). Terciptanya orang-orang yang jujur harusnya menjadi target utama bagi proses pendidikan. Aku tak berniat untuk mengomentari pendidikan sebenarnya, hanya ingin berteriak kalau ada kejujuran yang kalah di sebuah kelas.

Raport Penentu



*ditulis Sabtu, 15 Desember 2012

Sekarang tengah berada di detik-detik menunggu bapak pulang bawa raport. Waktu aku tanya seberapa besar deg-deg-annya ini hati, dia cuma diem, malahan senyum. Aku pikir dia sedang menutupi rasa gemetarnya sampai nggak berani ngomong. Bohong kalau aku cuma biasa aja. Fine, polahku masih biasa aja. Hidungku masih satu, cuma muncul kacang polong yang ngganggu pemandangan–jerawat. Mataku juga masih sama cara mandangnya, masih berkornea coklat. Waktu aku pegang dadaku, ada denyut yang biasa aja. Tapi kembali lagi, hati sedang sembunyikan gemetarnya.

Kamis, 22 November 2012

MALAM


Buah Karya : Imamah F. Azizah

Setiap membuka gorden jendela
Setiap malam-malam yang sama
Setiap itu pula aku bisa berharap
Dapat menemukannya

Sajak Senjakala



Oleh : Ima

Matamu adalah sajak senjakala
Hidungmu adalah sajak senjakala
Bibirmu adalah sajak senjakala
Rambutmu adalah sajak senjakala
Kulitmu adalah sajak senjakala
Jemarimu adalah sajak senjakala
Hatimu yang mengalirkan perasaan
Adalah sajak senjakala

Kering



Karya : Imamah F. Azizah

Kini kemarau t’lah membasah
Ibarat kerongkongan diguyur air jarang
Kering membanjir menggenang
Air..
Kini sepi jadi sahabat sejati
Tak kumau kau tahu yang di sini (hati)
Kerontang kelantang tak sepadan musim hujan baru ini