Tampilkan postingan dengan label Karangan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karangan Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2013

Habis



Sesak meriang penuhi jiwa
Ada tegar terpuruk tanpa suara
Ada dendang memelan tanpa gitar
Tersisa tawa tersangkut di

Jumat, 08 Februari 2013

Balada Setan

Imamah F. A 

Setan itu aku
Setan itu kamu
Setan itu kesetanan
Kesetanan itu kesurupan setan

Setan kau, setan aku
Kerangkeng terbuka karena setan
Kerangkeng tertutup merajam setan
Ahh.. Setan gagu

Gerimis



Imamah F. Azizah

Saya tiba-tiba jatuh hati pada gerimis
Saya juga tiba-tiba takut bila gerimis berubah jadi hujan
Kalau langit mulai mendung
Saya diam berpikir
Sebentar lagi akan gerimis

Saya tiba-tiba jatuh hati pada gerimis
Bulir-bulirnya meresap ke setiap pori
Menetesi ubun-ubun
Meluruhkan keraguan yang bergantung segala tanya

Gerimis..

Kamis, 22 November 2012

MALAM


Buah Karya : Imamah F. Azizah

Setiap membuka gorden jendela
Setiap malam-malam yang sama
Setiap itu pula aku bisa berharap
Dapat menemukannya

Sajak Senjakala



Oleh : Ima

Matamu adalah sajak senjakala
Hidungmu adalah sajak senjakala
Bibirmu adalah sajak senjakala
Rambutmu adalah sajak senjakala
Kulitmu adalah sajak senjakala
Jemarimu adalah sajak senjakala
Hatimu yang mengalirkan perasaan
Adalah sajak senjakala

Kering



Karya : Imamah F. Azizah

Kini kemarau t’lah membasah
Ibarat kerongkongan diguyur air jarang
Kering membanjir menggenang
Air..
Kini sepi jadi sahabat sejati
Tak kumau kau tahu yang di sini (hati)
Kerontang kelantang tak sepadan musim hujan baru ini

Senin, 14 Mei 2012

Hujan 20 Mei 2010

Aku menulis di bawah lebat hujan dengan deru suara khasnya. Bayu pelan getarkan anganku. Aku manusia lemah yang ingin belajar. Ditemani kubah masjid atau keranda yang tak pernah berubah. Pipit kecil yang lupa arah.
Aku takjub dengan tubuhku yang basah sejuta angan. Lalu dingin mulai kurasa. Mendung itu berkabur pelan.
Hujan memelan, sedang anganku tetap deras. Aku berjanji di sela angin. Aku berjanji atas nama Allah. InsyaAllah aku akan mewujudkan anganku.
Aku melambai pada pipit-pipit. Meski terasa naif dan petir itu tampak menjilat-jilat. Tapi aku senang!!
Aku menulis karena ingin. Aku yang belum pernah tahu arti hidup namun mencoba belajar. Aku ingin dikenal bukan lewat suara bising gitarku atau caraku menguasai bahasa atau...atau...atau...!!!
Aku ingin berguna lewat tulisanku!!!
Berharap langit tetap siaga. Menopang mimpi-mimpiku. Membopong tubuhku yang lemah dan akan melemah. Aku belajar dari mimpi. Dan membuat pelajaran untuk mimpi. Aku hanya bisa ini. Kadang aku juga letih dan lalu semangat lagi... "Aku!!.." A-K-U adalah Meng-Aku

Prosa Senja


Rabu, 21 Desember 2011
17.22 pm


Kau dengar bisik angin dan gemericik anak sungai? Atau sahut-sahutan katak yang memadu? Coba teliti nyanyian jangkrik. Dengar dan rasakan belai lembut sang bayu.
Tepat di depanku, lima gerbong kereta dipimpin lokomotifnya menderu. Lagi, dari arah berlawanan 12 gerbong dan lokomotif kereta menyapaku. Awan putih itu menyelaputi dua gunung abadi, Merapi dan Merbabu. Merangkak pelan ke arah utara menghilang dari lineria mentari yang hendak raib ke dalam bumi.
Suasana klasik ini terlalu jarang kutemui. Bagaimana mungkin ketika rutinitas kembali seperti semula, semua ini bisa kudapati lagi? Yang ada hanyalah suara bising motor dan asap nakal, atau bersautannya klakson bus dengan mobil yang menemani di setiap aku pulang dan hari sudah terlalu petang. Omelan kakakku sajalah yang bisa kudengar. Hilang suara jangkrik, hilang suara senja.

Minggu, 08 Mei 2011

Surat untuk Sang Hujan


Assalamu 'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Terkadang, aku diam dan lalu ingat kamu.
Terkadang, di sela aktivitasku, ilusi itu seolah mengetuk-etuk otakku.
Terkadang, ketika tiba rintik hujan di depan rumahku, mengingatkan aku pada dirimu.

Aku ini terlalu naif untuk sekedar melihat bayanganmu.
Aku, tidak cukup pantas mengartikan perasaanku.
Semu, dan bahkan kelabu.
Samar, hatiku buta tak bisa dan terlalu sulit membacanya

Akhi,