Jumat, 19 Agustus 2011

Aku dan Romansa

Islam mengenalkan saya pada lambang tersebut



Bismillahirrahmanirrahiim

Di Romansa, atmosfer yang aneh itu menerka ruhiyyahku. Di Romansa, segala perasaan yang bercampur aduk, menghiasi setiap hela nafas hari-hari. Warna-warna Mejikuhibiniu memang tersaji di dalamnya, menyatu dan lalu menjadi warna kemuning Matahari. Bagaimana tidak?? Orang-orang yang sama sekali tidak ada persamaan, masuk dalam satu sub-wadah yang diberi nama Romansa. Ya,, aku dan mereka memang tidak sama dalam beberapa hal, namun kami selalu sama dalam satu hal ini, yaitu mencintai Allah. Pemikiran kami dalam memandang hidup yang akhirnya menghasilkan banyak definisi, lebur dan menjadi satu pengertian karena petunjuk Qur'an. Bahwa hidup adalah

Kamis, 18 Agustus 2011

15 Sudah Berubah Menjadi 16


Apa yang terjadi dengan hari ini??

Allah, bahkan aku sempat lupa dengan hari ini. Entah, apa karena aku tidak mau mengingatnya, atau karena rutinitas yang membuat tak sengaja lupa.


Bukankah tahun-tahun yang lalu, aku terlihat aneh ketika bertemu dengan 18 Agustus?
Bukankah dulu aku sering mengharapkan kata-kata "selamat ulang tahun ya" dari ibu bapak kakak dan sahabat-sahabatku, bahkan berharap orang yang tak mengenalku pun mengucapkan patah kata itu.
Bukankah aku selalu stay coon memegang hand phone jikalau tiba 18 Agustus??

Tapi, ini tahun yang aneh buatku. Aku berani berkata tidak untuk menjawab petanyaan-pertanyaan itu jika aku mempertanyakannya detik ini. Pertanyaan-pertanyaan itu sudah tidak relevan. Herannya, aku senang dengan keadaan ini. Keadaanku memahami, merasakan, dan memaknai 18 Agustus.

15 kini sudah berubah menjadi 16.
Menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah pilihan.
Bahkan termasuk dalam memaknai perubahan angka itu, perlu dibutuhkan kedewasaan.

Selasa, 28 Juni 2011

Akhirnya...

Setelah lebih dari setahun aku diam, pada akhirnya aku ngaku juga sama Mbak Ida soal perasaan itu.
Jamais XXI, Sabtu, 25 Juni 2011 di luar tenda Lapangan Gaten Mayungan Ngawen aku sesenggukan campur ketawa pas berhasil menumpah ruahkan segala beban tentang perasaan aneh itu. Awalnya memang dengan kalimat kiasan, namun akhirnya juga disambung kalimat lugas. Aku blak-blakan bilang soal perasaanku. Ya Allah.. Mbak Ida luar biasa kaget dan nggak percaya waktu itu. Dan salahnya aku, ceritanya pas dia lagi ada masalah *bodhobodho*

Padan Kata Imamah dengan Amirah

Angin apa inii?? Imamah dan Amirah memang hampir sama artinya. Ya Allah, orang tuaku memang memberi nama padaku Imamah Fikriyati Azizah karena mereka berharap aku akan menjadi seorang Pemimpin Wanita yang pandai dan Mulia atau Perkasa, tapi apa menjadi Amirah di Rohis adalah jawabannya? Aku belum pantas menjadi Amirah, Ya Allah!! Dan belum punya niat untuk memantaskannya. Aku masih terlalu lemah, terlalu keduniawiahan, terlalu malas, terlalu, dan terlalu, ya Allah aku minta maaf sebelumnya. Aku takut tidak amanah, takut bersalah, takut tidak bisa membawa kawan-kawanku ke jalan-Mu, karena semakin berganti hari, aku malah merasa jauh dari-Mu. Takut ya Allah...!!!

Kamis, 19 Mei 2011

Antara Sesurat Mimpi dalam Goal Setting, Japan (JENESYS Program), dan sebuah Takdir

Aku di Jepang :D

Now, Kamis, 19 mei 2011

Jujur, malam ini bingung mau nulis apa..
Tapi, berhubung salah format, harusnya kan menentukan tema, menyusun kerangka karangan, mengembangkan kerangka karangan, baru bikin judul... Tapi ini enggak, bikin judul dulu, baru nyasar ke topik, aneh kan?? Jadi bingung dee mau mulai darimana.. *geleng-geleng*

Baiklah, saya mencoba menjelaskan...

Minggu, 08 Mei 2011

Surat untuk Sang Hujan


Assalamu 'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Terkadang, aku diam dan lalu ingat kamu.
Terkadang, di sela aktivitasku, ilusi itu seolah mengetuk-etuk otakku.
Terkadang, ketika tiba rintik hujan di depan rumahku, mengingatkan aku pada dirimu.

Aku ini terlalu naif untuk sekedar melihat bayanganmu.
Aku, tidak cukup pantas mengartikan perasaanku.
Semu, dan bahkan kelabu.
Samar, hatiku buta tak bisa dan terlalu sulit membacanya

Akhi,

Selasa, 19 April 2011

Chan-Chan-ku "Anata ni Aete Yokatta"

Tidak pernah terpikirkan hal ini sebelumnya, tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk bisa dekat dengan mereka. Awalnya, saya merasa begitu sulit seumpama suatu ketika saya berbicara dengan mereka, mungkin saja kita akan sering berbeda pendapat, sering berseberangan, dsb. Namun anggapan saya ternyata salah besar. Tiba-tiba saja, seperti seonggok besi yang ditarik magnet, saya bisa dekat dengan mereka, dekat dengan