|
Bismillahirrahmanirrahiim
Di Romansa, atmosfer yang aneh itu menerka ruhiyyahku. Di Romansa, segala perasaan yang bercampur aduk, menghiasi setiap hela nafas hari-hari. Warna-warna Mejikuhibiniu memang tersaji di dalamnya, menyatu dan lalu menjadi warna kemuning Matahari. Bagaimana tidak?? Orang-orang yang sama sekali tidak ada persamaan, masuk dalam satu sub-wadah yang diberi nama Romansa. Ya,, aku dan mereka memang tidak sama dalam beberapa hal, namun kami selalu sama dalam satu hal ini, yaitu mencintai Allah. Pemikiran kami dalam memandang hidup yang akhirnya menghasilkan banyak definisi, lebur dan menjadi satu pengertian karena petunjuk Qur'an. Bahwa hidup adalah
soal ibadah.
soal ibadah.
Di Romansa, kami tidak mengejar progja-progja agar berhasil dan mendapat sanjungan dari banyak orang. Bagi aku, berhasil di mata Allah jauh lebih penting. Untuk apa berkutat pada progja-progja kalau ujungnya kami lupa tujuan progja itu kita dedikasikan ke siapa? Untuk apa rela membuang waktu, membuang tenaga dan pikiran demi progja-progja, kalau kami hanya mengindahkan progja tersebut di mata manusia. Bagi kami, sanjungan dari Allah jauh lebih penting.
Karena Islam, aku mengenal Romansa. Bukan karena Romansa, aku mengenal Islam.
Karena Islam, semangat dakwah itu berkobar ria. Menghiasi setiap raut mimikku yang haus akan ilmu-ilmu agama.
Namun, bisa ilmu agama saja tidak cukup. Aku tidak mau mempermalukan Allah karena kecakapanku dalam ilmu-ilmu duniawiyah dipertanyakan banyak orang. Aku selalu berusaha menjadi yang Zuhud, yang mementingkan kehidupan akhirat tanpa melupakan kehidupan dunia. Bagiku, urusan dunia akan menjadi 'ibadah ketika kita meniatkannya untuk 'ibadah. Apapun itu, adalah 'ibadah ketika kita melakukannya untuk 'ibadah.
Romansa, sering membuatku terlambat pulang. Romansa, sering membuatku tiba-tiba lupa akan urusan keduniawiyahan yang perlu aku selesaikan. Aku memang tak menginginkan hal tersebut. Tapi entah apa yang terjadi, segala yang terkuras dan terlupakan rasanya diganti oleh Allah. Yang aku rasakan, jalanku dipermudah, jarang merasa capek meskipun rutinitas tersita di Romansa.
Hal tersebut memang berhubungan dengan keikhlasan yang membahana di relung hati, menyerua dan berteriak "Ya Allah aku selalu berniat menolong agama-Mu".
Aku selalu ingat firman Allah dalam Qur'an Surat Muhammad ayat tujuh, "Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Terimakasih Allah, terimakasih Romansa, terimakasih SMA 1 Klaten, Pengurus Harian Romansa, bidang Pembinaan, bidang Dakwah, bidang Humas dan Media Penerbitan, bidang Takmir, dan bidang Nisa'. Romansa, memang bukan sekedar organisasi. Namun, lebih dari sekedar itu. Romansa adalah wadah jalan dakwah aku. Romansa, aku mencintai
mu karena Allah.
Setelah Pemilihan Para Kabid (Mabit 3) |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar