Selasa, 02 Juli 2013

Curcol Neraka #Part-1



20 Januari 2013

Terus terang aku kangen nulis di blog. Rasanya setiap apa yang terekam pingin aku tumpahin ke layar berlayer gambar gunung ini. Tapi hari-hari cukup sibuk ternyata. Dan akhirnya juga baru ini hari bisa nongkrong sambil ngetik buat dipost di blog. Bloggist apa kabar? Sehat dong ya :) Terakhir aku curhat tentang job baru ya.. Guys, aku mau cerita beberapa kalimat di laman ini..
Well, aku udah copot dari part time-ku.
Kapan ya.. Hampir dua bulan yang lalu mungkin. Sebelum ujian semester lima kalo nggak salah. Ibu yang minta, didukung bapak. Waktu itu Kamis, lupa tanggalnya, pas mau pamit pulang aku ngomong panjang lebar sama adik-adikku. Pesen ini-itu, aku yakin nggak ngena sih, tapi minimal muka mereka muka-muka mendengarkan dan mengiyakan ceramahku. Aku masih ada janji sama Diaz sebenernya. Kalo Diaz lulus iqra’ 2, hadiahnya nonton film. Tapi anaknya nggak lulus-lulus, yaudee. Aku perhatiin mereka marah. Kata terakhirku ke mereka, “Semangat terus ya, man jadda wajada!” tapi yang diajak bicara nggak ngrespon karena terlanjur marah. Aku pulang membawa perasaan bersalah. barangkali bagi mereka keputusanku terlalu mendadak. Tapi tenang aja adik-adik, selepas UAN dan lolos undangan SNMPTN (amin), aku punya niat balik nemenin kalian belajar koo. J
                Itu penjabaran pertama tentang job yang—“break”. Yang kedua tentang keputusan Kemendiknas akan SNMPTN. Fixed, dari banyak kegalauan yang mereka jelaskan di media, akhirnya keputusan telah diketok. Bahwa 100% SNMPTN undangan dengan dua PTN yang satu se-prov, yang lain bebas. Ujian tulis ganti nama menjadi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Dan tetap ada ujian mandiri untuk universitas-universitas tertentu. Aku g*lau. Sempat g*lau lebih tepatnya. Karena dikejar pemetakan sekolah. Sebenernya kalau diinget-inget, aku g*lau jurusan dari kelas dua, haha ha.. Biasalah, nggak sejalan sama ortu. Tapi, Alhamdulillah.. Allah ngasih jawaban selepas istikharahku. Jawaban pertama adalah pemantapan hati. Yang ke-2 adalah lewat temenku, Dessy.
                Yups, Dessy. Dia berbagi panjang lebar tentang ilmu komunikasi. Jurusan yang sebenernya cukup asing di telingaku. Tapi begitu dia cerita, aku hanya merasa sesuatu telah menarik untuk aku lebih mengenal “ilmu komunikasi”. Aku browsing, aku tanya beberapa yang berpengalaman, dan yaaak. Di dalem sini (read : hati) berbisik, Ya Allah aku mau ke sastra jepang, mau juga ke komunikasi. Ke mana pun aku, entah sastra jepang atau komunikasi, di keduanya mimpiku ada. Apapun keputusan Allah, aku oke dengan keduanya. Aku ambil keduanya ya. Tapi kalau Allah berkehendak lain, aku pasrah. Aku percaya sama keputusan terbaik Allah. Karena hanya Allah yang tahu semuanya. Jika memang aku tak jodoh dengan keduanya, izinkan aku mendapat yang terbaik. Amiin.
                Quantum Processes. Tinggal menunggu keputusan Allah di pengumuman SNMPTN 28 Mei 2013 mendatang. Inget wejangan bu Tantri, “Jangan pernah terlintas sedikit pun pikiran negatif, titik.”

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar