20 Januari 2013
Terus terang aku kangen nulis di
blog. Rasanya setiap apa yang terekam pingin aku tumpahin ke layar berlayer
gambar gunung ini. Tapi hari-hari cukup sibuk ternyata. Dan akhirnya juga baru
ini hari bisa nongkrong sambil ngetik buat dipost di blog. Bloggist apa kabar?
Sehat dong ya :)
Terakhir aku curhat tentang job baru ya.. Guys, aku mau cerita beberapa kalimat
di laman ini..
Well, aku udah copot dari part time-ku.
Kapan ya.. Hampir dua
bulan yang lalu mungkin. Sebelum ujian semester lima kalo nggak salah. Ibu yang
minta, didukung bapak. Waktu itu Kamis, lupa tanggalnya, pas mau pamit pulang
aku ngomong panjang lebar sama adik-adikku. Pesen ini-itu, aku yakin nggak
ngena sih, tapi minimal muka mereka muka-muka mendengarkan dan mengiyakan ceramahku.
Aku masih ada janji sama Diaz sebenernya. Kalo Diaz lulus iqra’ 2, hadiahnya
nonton film. Tapi anaknya nggak lulus-lulus, yaudee. Aku perhatiin mereka
marah. Kata terakhirku ke mereka, “Semangat terus ya, man jadda wajada!” tapi
yang diajak bicara nggak ngrespon karena terlanjur marah. Aku pulang membawa
perasaan bersalah. barangkali bagi mereka keputusanku terlalu mendadak. Tapi
tenang aja adik-adik, selepas UAN dan lolos undangan SNMPTN (amin), aku punya
niat balik nemenin kalian belajar koo. J
Itu
penjabaran pertama tentang job yang—“break”.
Yang kedua tentang keputusan Kemendiknas akan SNMPTN. Fixed, dari banyak kegalauan yang mereka jelaskan di media,
akhirnya keputusan telah diketok. Bahwa 100% SNMPTN undangan dengan dua PTN
yang satu se-prov, yang lain bebas. Ujian tulis ganti nama menjadi SBMPTN
(Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Dan tetap ada ujian mandiri
untuk universitas-universitas tertentu. Aku g*lau. Sempat g*lau lebih tepatnya.
Karena dikejar pemetakan sekolah. Sebenernya kalau diinget-inget, aku g*lau
jurusan dari kelas dua, haha ha.. Biasalah, nggak sejalan sama ortu. Tapi,
Alhamdulillah.. Allah ngasih jawaban selepas istikharahku. Jawaban pertama
adalah pemantapan hati. Yang ke-2 adalah lewat temenku, Dessy.
Yups,
Dessy. Dia berbagi panjang lebar tentang ilmu komunikasi. Jurusan yang
sebenernya cukup asing di telingaku. Tapi begitu dia cerita, aku hanya merasa
sesuatu telah menarik untuk aku lebih mengenal “ilmu komunikasi”. Aku browsing, aku tanya beberapa yang berpengalaman,
dan yaaak. Di dalem sini (read : hati) berbisik, Ya Allah aku mau ke sastra jepang, mau juga
ke komunikasi. Ke mana pun aku, entah sastra jepang atau komunikasi, di
keduanya mimpiku ada. Apapun keputusan Allah, aku oke dengan keduanya. Aku
ambil keduanya ya. Tapi kalau Allah berkehendak lain, aku pasrah. Aku percaya
sama keputusan terbaik Allah. Karena hanya Allah yang tahu semuanya. Jika
memang aku tak jodoh dengan keduanya, izinkan aku mendapat yang terbaik. Amiin.
Quantum Processes. Tinggal menunggu
keputusan Allah di pengumuman SNMPTN 28 Mei 2013 mendatang. Inget wejangan bu
Tantri, “Jangan pernah terlintas sedikit pun pikiran negatif, titik.”
Bersambung
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar