Rabu, 28 September 2011

Izinkan Aku Menjaga Izzahku dan Izzahmu, Akh!!


Bismillahirrahmanirrahiim

Terhitung, sudah 27 hari dari awal September aku jarang menulis di laman ini. Bukan karena sibuk sebenarnya, namun hanya tidak punya topik yang ingin aku tulis saja. (miskin topik)


Bulan ini bulan "kepleset cinta" yaa?? :D "kejebak cinta" aah atau apalah, yang jelas aku belum merasa "jatuh cinta" untuk episode satu bulan ini :o


Berawal dari 29 Agustus 2011 (malam Idul Fitri, kan?)

Aku memang sudah tahu dia sejak duduk di kelas X, namun mulai hari itulah aku mengenalnya (kata seorang teman, mengenal berbeda dengan mengetahui)



Bejalan ke tanggal 3 September
Yayaa,, di waktu itulah, aku menyadari bahwa aku gagal ghadhul bashar untuk ke sekian kalinya (bayangkan, refleks aku tersenyum simpul ke arahnya) *Astaghfirullah



Hari-hari berganti hingga hari ini,,
Allah... aku sedang menemukan pelajaran berharga mengenai ghadhul bashar, dan di saat yang sama pulalah, ikhwan yang aku inisialkan dengan kata "kipas" itu tiba-tiba saja mengisi relung hati yang sempat terbagi-bagi dalam keping tanda tanya.
Ironinya Allah, aku belum bisa menjaga izzahnya sebagai seorang ikhwan, dan begitu pula sebaliknya, dia belum bisa menjaga aku dalam izzahku.
Allah, aku minta maaf.. Aku salah yaa,,
Ya aku tidak tahu apakah aku salah atau benar, namun yang sekarang terjadi adalah aku tengah menyalahkan diri sendiri. Lagi-lagi aku ingin bilang, Allah aku minta maaf!!!

Allah, aku sempat salah menebak keadaan, dan hal itu yang aku permasalahkan. Allah, bukankah dia juga mempelajari hal yang aku pelajari ini? Tapi, betapa kontras antara ilmunya dengan penerapannya??
Allah, aku minta maaf karena harus menilai dan memvonisnya.



Hari-hari yang telah berlalu ini, bukan kumpulan waktu yang membuatku lepas senang maupun lepas sedih, aku hanya telah dan sedang berada dalam kegalauan yang membuatku bertanya-tanya. Ikhwan itu (kipas), tanpa dia tahu dan menyadari, dia mengganggu pikiranku dengan segala tingkah polahnya yang hanya sempat aku baca melalui "dunia maya" (yaa, kami berhubungan melalui dunia maya). Allah, aku takut hal ini menjadi penghalang antara hubunganku dengan-Mu :* :*

Allah, yang benar saja, setiap kali aku memejamkan mata, ikhwan itu seolah sedang berdiri menyampingi mukaku. Bagaimana mungkin ketika aku bersujud, dan tiba-tiba saja ikhwan itu tergambar jelas di sajadahku. Allah, aku ragu dengan perasaan ini. Allah, aku belum atau barangkali tidak mencintainya, aku hanya sedang terjebak dalam keadaan yang "membingungkanku saja". Allah, sesuatu hal ini yang ingin aku hubungkan dengan kalimat "Kalau akar sebuah pohon mulai loyo maka segera saja pohon itu siap untuk rubuh", Allah tahu maksudku, kan??

Aku sayaaang Allah
Dan
Berharap
Aku "suka/sayang/cinta" dia karena Allah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(titik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar