Kamis, 19 Mei 2011

Antara Sesurat Mimpi dalam Goal Setting, Japan (JENESYS Program), dan sebuah Takdir

Aku di Jepang :D

Now, Kamis, 19 mei 2011

Jujur, malam ini bingung mau nulis apa..
Tapi, berhubung salah format, harusnya kan menentukan tema, menyusun kerangka karangan, mengembangkan kerangka karangan, baru bikin judul... Tapi ini enggak, bikin judul dulu, baru nyasar ke topik, aneh kan?? Jadi bingung dee mau mulai darimana.. *geleng-geleng*

Baiklah, saya mencoba menjelaskan...
Saya telah merangkum mimpi-mimpi saya dalam selembar kertas, saya simpan rapi dan selalu saya ingat agar menjadi motivasi tersendiri bagi saya. Sebut saja Goal Setting.
Lantas apa saja isinya?? *Males nulis nii.. nggak usah aja yaa* Salah satunya adalah "Saya akan ke Jepang" untuk apa?? "Untuk belajar, lebih mendekatkan diri pada Allah, dakwah eksternal *kan enak kalau bisa dakwah di negeri lain yang kita sukai, nggak perlu melihat resikonya* dan sebagai usaha agar menjadi seorang da'iyah yang bagus kualitas ilmu Islam maupun duniawiahnya" *kemuluken apa enggak sih?? :D it doesn't matter*

SMA ini, Alhamdulillah, oleh teman saya yang bernama Tri Widodo dan Ika Juni, mereka memberi informasi saya tentang program Bina Antar Budaya, lebih tepatnya lagi program Jenesys atau Students Exchange Program ke Jepang.
Awalnya saya kurang merespon, namun karena ternyata Rissa juga mengikuti program beasiswa tersebut, meskipun yang ia ambil adalah program AFS atau Exchange ke negara Eropa, akhirnya saya mengiyakan ajakan tersebut.

Semua memang tidak lepas dari takdir Allah, tapi Allah tidak memaksakan kehendak-Nya, Beliau memberi kebebasan kita untuk memilih jalan yang terbaik dengan usaha do'a dan tawakal. Beliau memberi jalan pada kita untuk merubah nasib kita, membolehkan kita untuk tidak melakukan atau menemui nasib yang tidak kita sukai. Seperti kata Beliau dalam Q.S. Ar-Ra'd ayat 11

إنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak merobah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merobah nasib mereka sendiri ".


Kamis, 3 Juli 2010, waktu itu... yaa saat itu, dimana saya galau, kalut dan perlu seorang sahabat. Padanya saya butuh solisi, dan darinya Allah memberi solusi tersebut. Yaitu, saya yang nyaris lupa dengan rukun Iman yaitu TAKDIR.
Salah satu mimpi saya dan kebetulan seorang guru/ulama yang telah meninggal pernah menyuruh bahkan sering meminta agar nantinya saya pergi ke sana, yaitu kuliah di Al-Azhar Kairo Mesir, namun ironinya hanya anak-anak jeblosan Ma'had pesantren yang bisa memenuhi syarat, padahal saat itu, saya telah diterima sebagai siswa SMA 1 Klaten.. :'( *nggak nggak, nggak boleh sedih*
Akhirnya, orang itu menjawab gundah hati saya, dengan bahasa entengnya yang lugas dan penuh pengertian. Dia membicarakan soal takdir "yang hampir saya lupakan" *Astaghfirullah*

Tapi sekarang, seiring berjalannya waktu, saya tahu, dan Allah telah menjawab. Kalau saja saya jadi anak Ma'had, kemungkinan besar saya tidak tahu informasi tentang program Jenesys ini. Alhamdulillah ya Allah :*

Now, Jum'at, 10 Juni 2011

Lanjut bercerita setelah vacum beberapa hari karena test

Start from >>

Aku harus yakin dengan pilihanku

Sabtu, 16 April 2011 yaitu suatu hari dimana aku memantapkan niat untuk berjuang di ranah Jenesys ini. Setelah beberapa kali mendengar ajakan Dhodho (Tri Widodo) dan juga Ika (temen SMP yang sekarang di SMA 1 Sukoharjo) akhirnya karena ajakan seorang sahabat yang bernama Rissa, aku memutuskan untuk melengkapi persyaratan Jenesys. Kalang kabut super duper rempong, aku dibantu ibu bapak dan juga mas Bagus untuk mempersiapkan segala keperluan, dan akhirnya Rabu, 20 April 2011 jam 3 sore aku diantar bapak ke kesekretariatan AFS di Jalan Gadjah Mada No. 4 , Pakualaman, Yogyakarta. (belakang Bioskop Permata, masuk gang di sebelah Apotik K24). Alhamdulillah.

Siap Perang!!

Ahad, 1 Mei 2011 aku bersiap menyelesaikan tahap pertama, yaitu ujian tertulis dengan materi pengetahuan umum, Bahasa Inggris, dan menulis Essay. Seleksi tersebut diselenggarakan di Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jl.Lingkar Selatan Tamantirto,Bantul Yogyakarta dari jam 07.00-15.00. *Subhanallah, luamanyaaa.....* Masalah terbesar (yang agak norak beud) di seleksi pertama ini adalah pantatku pegel luar biasa karena duduk terus. :D *nggilanik* Setelah test dan siaga menunggu pengumuman, jedhag jedhog jantungku terasa jelas, Gan.. Apalagi pas tahu dan sadar kalau jawaban-jawabanku banyak yang salah :(

Tapi, luar biasa Alhamdulillah-nya...
Selasa, 17 mei 2011 pas bangun tidur dan dioyak-oyak bangun sama bapak ibu, kabar wonderful itu serasa mimpi, yaitu mimpi yang datengnya dalam keadaan melek. Aku lolos, Bro!! Alhamdulillah. Mataku langsung terbelalak, ditelpon Rissa yang suaranya masih kedengeran baru bangun tidur juga. Habring syalalaa!! Alhamdulillahirabbil'alamin... :D

Belum berhenti di situ, Gan
Aku dan Rissa harus melengkapi persyaratan lagi, kita nguber-uber nyari guru, nyari kepala sekolah, nyari pak TU, sampek nggak shalat dhuha *Astaghfirullah*. Semuanya (Orang Sentono) gempar dengan kabar ini. Bahkan sama Bp. Jazuli sampai diumumin di pengajian, mana bilangnya kalau udah fix ke Jepang lagi... gilee, aku jadi tertekan pas denger kabar itu. hmmmhh... Ahad, 22 Mei 2011 aku sama Rissa ngembaliin persyaratan ke kantor kesekretariatan AFS lagi.

Gara-gara Pak Aat

Ahad, 29 Mei 2011 hari yang sungguh menegangkan bagi siapa saja yang hatinya bejedhar jedhor. Di Gedung Fakultas Sastra dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Kampus 2 Mrican, Tromol Pos 29  Yogyakarta 55002 aku menjalani test tahap kedua. Aku kebagian shift II, Cuy... jam 12.30 dan Rissa kebagian shift I. Tapi aku dari rumah jam 9-an soalnya harus ke Masjid Raya dulu nganterin bapak pelatihan jadi Dewan Juri apa gitu *nggak mudeng* Sekitar jam 10-an bapak keluar dan kami berangkat, sampek sana yaa kira-kira jam 11-an. Nunggu dengan dada yang agak sesek (bukan sesek karena bengek, tapi sesek karena dheg-dhegan) akhirnya jam 13.00 WIB shift II dimulai juga *Alhamdulillah*
"Nomor 164 silakan menuju wawancara Bahasa Inggris" sekitar jam 14.30 aku baru dipanggil untuk wawancara Bahasa Inggris. Ironinya, Buddy... aku kagok pas disuruh menceritakan tentang Gudheg *parno beud.. OhmaiGosh* malumalumalu... Aku kembali dengan muka setengah-setengah, setengah seneng setengah sebel. Menunggu sambil dengerin cerita Kak Ichong dan sambil nahan dada yang dheg-dhegannya sampai bikin sesek, akhirnya jam 16.30 aku dipanggil untuk test wawancara Bahasa Indonesia. hnaa.. di sini nii yang ceritanya sampek bikin kepala mau pecah. Aku ditanyain ngalor-ngidul ngetan-ngulon, dari mulai perkenalan diri, keluarga dan sahabat sampai pertanyaan-pertanyaan yang paling ngeri *Kami-Sama* aku disuruh cerita soal buku-buku yang sering tak baca, soal organisasi-organisasi yang tak ikuti, soal berita aktual yang begonya aku sampai lupa, dikejar-kejar dijak debat soal agama vs budaya, Soe Hok Gie juga, Buddies, tentang isi blog http://imoimachan.blogspot.com/ tentang Osama Bin Laden, terorisme, and all. Wawancaraku memakan waktu sampai pukul 17.30 (Satu jam, Coy.. Padahal lainnya cuma 15-an menit). Sampek bapak nyari aku karena acara udah ditutup jam 5 dan kakak-kakaknya nggak tahu kalau aku belum selesai wawancara. *Omaigat* Aku ditanting, ibarat lagi tinju, aku di smack down dengan pertanyaan-pertanyaan luar biasa sama Pak Aat dan Kak Kiki. Gembrobyos tenan, Euii....

Sampek rumah, langsung tak tumpahin semuanya, segala resah, gelisah, gundah gulana, rasa takut, rasa malu, pesimistis yang tiba-tiba bertamu tanpa permisi, aku tumpahin sama si ibu. Aku mewek tapi air mataku menggantung, sesek. Nasihat ibu Alhadmulillah membuatku jauh lebih tenang, Alhamdulillah...

Beberapa hari menunggu pengumuman, aku galau, nglentruk terus, *Masya Allah* sempet down juga, tapi tetep beraktivitas kayak biasanya, malah (aku ngrasa) lebih rajin dari biasanya. Hari Ahadnya tanggal 5 Juni 2011 bener-bener padat aktivitas, padahal baru masa test, tapi sorenya aku sempetin main ke rumah tetangganya Alm. Kakung. Beliau matanya baru sakit dan kata dokter udah nggak bisa disembuhin. Aku cerita dan mohon do'a restu untuk Jenesys ini. Sampek rumah, aku laporan sama bapak, dan bapak bilang gini, "Hadits Rasul, kalau kita minta tolong orang sakit buat mendo'akan kita, do'anya sudah pasti terkabul." Aku ndredheg lagi pas bapak bilang gitu, ah apa iya sih??

Hari berganti, ditemani rutinitas test akhir semester yang selesai hari Jum'at, 10 Juni 2011. Jam 13.30-an hp-ku bergetar, ternyata dari kak Fira, "Udah liat pengumuman AFS? gimana?" Aku kaget dan jantungku berjedhoran. Bismillahirrahmanirrahiim, tak buka sambil merem, scrollnya tak turunin, "duh" pas nggak ada angka 64 aku kaget, scroll tetep tak turunin, tapi ada tulisan Imamah Fikriyati. Subhanallah, Allah aku lulus, Ibu Bapak aku lolos, Mas Bagus aku lolos, Pak Aat, Kak Kiki aku lolos, Semua... aku lolos, terimakasih do'anya. Langsung sujud syukur, tapi nggak bisa mewek *ealah* aku baru sadar kalau nomerku 164, bukan 64. Alhamdulillahirabbil'alamiin....


Now, Rabu, 29 Juni 2011


Di Hadapan Pating TlecekI Dewan Juri

Ahad, 19 Juni 2011 di Realia Language and Culture Center, Jl. Pandega Marta V/6, Pogung Utara, Yogyakarta 55281 (perempatan ringroad utara, belok kiri masuk ke gang) pukul 08.30-15.30 adalah test Jenesys tahap terakhir. Ya Allah, bener-bener pengalaman hebat dan luar biasa seumur hidup, dan terpenting adalah test demi test membawa perubahan dalam jati diriku.

Test yang pertama sekitar pukul 11.30 adalah, dari 45 anak, kami dibagi menjadi 9 kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 5 siswa, kelompokku terdiri dari :
1. Imamah F A
2. Pipit
3. Tio
4. Yuli
5. Asep

Awal masuk ruangan tuh pertamanya aku ngirain cuma ada satu dua atau mungkin tiga juri, ya Allah ternyata aku salah besar, ada sekitar 10-an juri di situ, yang bener-bener anker mukanya *Innalillah* mak dheg agak grogi,  tapi akhirnya bisa terkendali.

Kami disuruh bikin hasta karya dalam waktu 30 menit sekalian diskusinya.  thesthesthes ngawur xampur aduk dan terwujud si Lampion kotak yang nggak jadi :D (tau nggak sih, AFS tahap tiga di seleksi pertama ini bernuansa kotak semua hasta karyanya) :D kotak harapan, kotak imajinasi, dll :D

Itu cerita seleksi pertama, yang kedua niih, sekitar pukul 15.00, kami dibagi 5 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 9 orang. Sayangnya aku nggak sempet kenalan, karena dalam waktu 3 menit aku harus ke kamar mandi :( cuma kenal si Urfan sama Cena. Kami diantar Kak Fira, sebelum masuk ruangan tuh, aku mikir kalau jurinya nggak sebanyak tadi, eeee ternyata benerbenerbener salah total aku!! Lebih pating tlecek, Shob!!! Ya Allah.. jantungku mau copot, bener-bener dheg-dhegan.

Ada mas-mas yang ngomong pakek bahasa "aneh", pas itu dheg-dheganku berhenti dan rasanya tuh pengen meledak ketawa dengerin omongan mas-masnya. Untungnya Mbak Gita langsung nerjemahin ke Inggris. Ternyata, kita (anak AFS ber-9) udah tiba di Belgia dan sedang duduk di hadapan para wartawan yang menyambut kedatangan kami (yang tidak lain adalah dewan juri)

Langsung kita disantroni dengan pertanyaan yang luar biasa susahnya, dan disuruh berdebat sama mereka. *Sorry, nggak bisa cerita tentang pertanyaan-pertanyaan apa yang disuguhkan, juga males ngetik siih :D *
Aku cuma berani dan bisa ngomong sebanyak tiga kali dalam 15 menit, Dude!! Subhanallah, hujjatnya mereka kuat banget wii, hLoh!! Untung Mbak Gita langsung scoring *Alhamdulillah, 15 menit rasanya cuepet banget* baru kali itu dalam seumur hidup, jantungku luar biasa dhuegdhuegan nggak terkendali.
Alhamdulillah-nya hari itu nggak pulang kesorean lagi.. Yiihhhaa!!!

Dan sekarang, siap untuk menanti pengumuman tahap tiga, Buddies. Masih ada seleksi berkas Nasional, Internasional, dan Placement. Siapapun yag membaca laman ini, Imamah Fikriyati Azizah mohon do'a dan restunya :)

Ima, Do Youbi, 01 Oktober 2011


Tidak Ada Kegagalan dalam Hidup, yang Ada Hanya Kemenangan yang Tertunda

Hehoo, Buddies... Lama banget nglanjutinnya yaa,,
Hahaa.. Gimana enggak coba,, pengumumannya nii baru hari ini, 01 Oktober 2011 :O
Yayaa,,, dan alhasil teman-teman





SAYA BELUM BERUNTUNG





Tapi, Buddies, begitu denger berita kalau udah ada pengumuman, aku langsung lihat hasilnya di blog AFS, aku nggal kaget lhoo... Malah Alhamdulillah gitu deh. Yaa.. itu artinya, Allah menjawab do'aku, Allah tahu yang aku butuhkan, daaan semua terlihat lebih jelas!!!


Aku tidak sedang gagal.
Aku hanya sedang mengalami suatu penundaan dari kemenangan.

Baiklah,, ini hanya permulaan dari deretan yang permulaan-permulaan
Masih banyak tugas dan amanah dari Allah.
Kenyataannya, Allah memintaku konsentrasi pada jalan dakwahku di Romansa, Fariska, dan di Sentono (nggak usah langsung ke Jepang dulu) tanpa melupakan pelajaran sekolah pastinya (pelajaran duniawiyah)

Allah, makasih buanyaaaak :*
Domoo Arigatou Gozaimashita buat Ibu, Bapak, Mas Bagus, semua sanak keluargaku, tetangga-tetangga (Budhe Shaleh, Mbak Mur, Mbak Yul), sahabat-sahabat (Dhodho is the first, Rissa, Ika, Hanifah, Karina-San, Mbak Idha), teman-teman (Romansa, Dix Cee, Circle), crew AFS (Pak Aat, Mbak Kiki, Mbak Fira), kenalan-kenalan AFS, dan bloggist semuanyaa :* (ciuman buat yang akhwat saja) :D Terimakasih atas do'a dan bantuannya
Terimakasih

2 komentar: